0

Your Cart is Empty

  • Add description, images, menus and links to your mega menu

  • A column with no settings can be used as a spacer

  • Link to your collections, sales and even external links

  • Add up to five columns

  • Penyebab dan Cara Mengatasi GTM pada Si Kecil!

    March 07, 2024 3 min read

    Melihat si kecil melakukan GTM membuat orang tua geleng kepala, bukan? Tak jarang situasi ini juga membuat kita frustasi kalau berat badan si kecil tak kunjung naik. Namun tenang saja, kondisi GTM termasuk hal umum dan bisa kita siasati sendiri, Mam!

    Sebelumnya, Mama sudah tahu apa itu GTM? Bagi Mama yang belum tahu, GTM adalah gerakan tutup mulut yang terkadang disertai aksi melepehkan makanan, menangis, hingga memalingkan kepala. 

    Dilansir dari laman Healthline, 20-50% anak mengalami gangguan saat disuapi makanan. Gerakan tutup mulut ini terjadi sejak bayi diberikan makanan pendamping ASI (MPASI) pada usia ke-6 bulan.

    Untuk mengembalikan nafsu makan bayi, Mama dapat menyimak penjelasan seputar GTM di artikel bawah ini, ya!

     

    Penyebab GTM

    Orang tua mana yang tidak bertanya-tanya jika anak melakukan gerakan tutup mulut? Sebetulnya, GTM pada bayi tidak terjadi begitu saja, IDAI menyebutkan ada beberapa macam penyebab GTM, diantaranya adalah sedang sariawan, tidak lapar, bosan, dan taruma dengan makanan tertentu. 

    Sebuah penelitian dari IDAI juga menemukan, penyebab bayi GTM yang paling sering adalah inappropriate feeding practice atau pemberian makanan yang tidak menyesuaikan kebutuhan bayi, baik dari segi komposisi makanan, tekstur, maupun cara pemberiannya. Apabila tidak segera disadari, hal ini membuat si kecil kapok dan takut mengonsumsi makanan yang sama lagi. 

    Tak cukup mengetahui penyebabnya, Mama juga perlu  memahami akibat dari anak GTM. Healthline menyebutkan, anak yang menolak makan kebutuhan gizinya tidak tercukupi. Hal ini menimbulkan berat badan rendah hingga mengganggu tumbuh kembang. Oleh karena itu, kita perlu mengatasi anak GTM dengan sigap, ya!


    Bagaimana Cara Mengatasi Anak GTM?

    Mengatasi anak GTM sebetulnya gampang sulit. Mama harus ekstra sabar dan tidak boleh menjejalkan makanan secara paksa ke mulut si kecil. Alih-alih membuat si kecil ternutrisi, justru cara ini membuatnya semakin tantrum atau takut makan. Nah, berikut ini Mintly bagikan cara mudah mengatasi anak yang melakukan gerakan tutup mulut.

     

    1. Jadikan Suasana Menyenangkan

    Salah satu cara mengatasi anak GTM adalah membuat suasana makan jadi lebih menyenangkan. Daripada menyuapi si kecil sendirian, tak ada salahnya Mama melibatkan anggota keluarga untuk makan bersama. Melihat anggota keluarga yang lain antusias makan dengan lahap, pasti nafsu makan si kecil ikut meningkat, Mam!

     

    2. Mengatur Jadwal Makan

    Tak kalah penting, Mama dapat mengatur jadwal makan anak. IDAI menyarankan, makanan utama diberikan 3 kali sehari, snack 2 kali sehari, dan susu 2-3 kali sehari. Dengan jadwal yang konsisten ini, si kecil dapat mengetahui rasa lapar dan kenyang, sehingga dia tidak akan menolak makan lagi, deh!

     

    3. Hindari Distraksi

    Cara mengatasi anak GTM berikutnya adalah meminimalisir distraksi. Sebisa mungkin, Mama menjauhkan HP, TV, atau mainan yang membuat si kecil tidak fokus makan. Selain itu, distraksi dari suara juga membuyarkan keinginan si kecil makan. Makanya, Mama dapat mengajak si kecil duduk di ruang makan untuk menghabiskan MPASI. 

     

    4. Mengatur Makanan Porsi Kecil

    Terkadang, anak GTM disebabkan oleh porsi makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan nafsu makan anak. Mengingat perut anak lebih kecil daripada orang dewasa, Mama tidak perlu mengisi piring sampai penuh. Kalau perlu takut si kecil kelaparan, nantinya dia akan meminta tambahan makan kalau masih kurang. 

     

    5. Berkreasi dengan Makanan

    Siapa bilang mengatasi anak GTM itu sulit? Jika si kecil terlihat bosan dengan bentuk makanan yang itu-itu saja, tak ada salahnya Mama berkreasi agar makanan tampilannya semakin menarik. Mintly sarankan, Mama menggunakan cetakan bunga atau bintang untuk memotong sayur dan buah. Pilih juga warna-warna cerah untuk menarik perhatian si kecil, contohnya seperti stroberi, jeruk, atau tomat. 

     

    6. Menu Makan Bervariasi

    Sudah mencoba berbagai cara tapi si kecil masih saja GTM? Tak ada salahnya Mama menyusun menu makan lebih bervariasi, seperti memberikan bubur sayur, sup labu, bubur ikan salmon, bubur abon daging sapi atau bubur abon ayam yang tak kalah lezat. Pokoknya, Mama dapat mengatur menu sesuai selera saja, ya!


    Pertanyaanya, Mama sudah tahu abon yang baik untuk teman MPASI belum? Mintly rekomendasikan JoyMeal AboNori Beef yang menggunakan daging sapi tenderloin pilihan. JoyMeal menghadirkan abon bertekstur lembut dan empuk, sehingga cocok dikonsumsi anak usia 8 bulan MPASI sampai dewasa. 


    Untuk menambah kelezatan dan nafsu makan si kecil, JoyMeal AboNori Beef sudah dilengkapi nori jepang, wijen, dan keju cheddar australia. Tak heran kalau produk abon premium ini mengandung antioksidan, kalori, zat besi, dan protein tinggi untuk mendukung tumbuh kembang anak. 


    Ada juga JoyMeal AboNori Chicken yang terbuat dari daging ayam kampung pilihan. Apalagi perpaduan Japanese Nori, Australian Cheddar Cheese, dan Wijen membuat rasa abon untuk MPASI ini lebih gurih dan crunchy. Hebatnya lagi, abon ayam ini mengandung protein, kalsium, dan vitamin yang dapat mendukung tumbuh kembang si kecil. Oleh karena itu, Mama jangan sampai salah pilih menu MPASI untuk anak GTM. Produk selengkapnya dapat Mama temukan di sini!



    Sumber:
    https://www.healthline.com/health/baby/oral-aversion#home-remedies

    https://www.webmd.com/parenting/baby/what-to-know-about-oral-aversion

    https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/gerakan-tutup-mulut-gtm-pada-batita 

    https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/sulit-makan-pada-bayi-dan-anak

    https://pediatricfeedingnews.com/aversive-feeding-behavior-getting-full-mouth-opening-for-the-spoon-and-why-its-worth-the-trouble/