0

Your Cart is Empty

  • Add description, images, menus and links to your mega menu

  • A column with no settings can be used as a spacer

  • Link to your collections, sales and even external links

  • Add up to five columns

  • Apa itu Stunting? Kenali Penyebab sampai Pencegahannya

    April 08, 2024 3 min read

    Jarang disadari orang tua, stunting adalah masalah yang mengganggu tumbuh kembang anak yang disebabkan oleh gizi buruk. Apabila tidak ditangani, anak mengalami permasalahan fisik hingga kognitif yang mengganggu aktivitasnya. Simak penjelasan mengenai stunting di sini! 


    Stunting adalah masalah gizi kronis yang mengganggu tumbuh kembang si kecil. Parahnya, sekitar 6,3 juta anak usia dini atau balita di Indonesia mengalami stunting, lo! Tak heran jika stunting menjadi permasalahan besar di Indonesia. 

    Pertanyaannya, Mama sudah tahu apa itu stunting? Menurut UNICEF, stunting adalah bukti kegagalan seseorang mencapai pertumbuhan. Kondisi ini terjadi karena malnutrisi maupun penyakit berulang ketika masih kanak-kanak. Kalau dibiarkan, stunting dapat menghambat perkembangan fisik dan kognitif anak. 

    Tidak jauh berbeda, Menurut World Health Organization (WHO) stunting adalah permasalahan gizi kronis yang disebabkan oleh asupan makan tidak sesuai dengan kebutuhan gizi si kecil. Stunting ditandai dengan tubuh pendek pada anak usia di bawah 5 tahun.

    WHO mengatakan, suatu negara dikatakan mempunyai masalah stunting jika kasusnya berada di angka 20% ke atas. Sementara, pada tahun 2022 Kemenkes menyebutkan kasus stunting di Indonesia masih 21,6%. Dari permasalahan tersebut, pemerintah berupaya menekan permasalahan stunting hingga 14% pada tahun 2024 ini.

    Untuk mendukung upaya pemerintah menanggulangi stunting, Mama sudah tahu cara pencegahannya belum? Simak penjelasan seputar stunting ini, yuk!

     

    Penyebab Stunting

    Seperti yang sudah kita ketahui, stunting adalah suatu permasalahan tumbuh kembang anak yang disebabkan oleh gizi buruk. Berikut ini, beberapa kondisi yang menyebabkan si kecil kekurangan nutrisi:

    • Selama hamil ibu kekurangan nutrisi atau mengalami infeksi.
    • Bayi tidak mendapatkan ASI eksklusif.
    • Bayi tidak mendapatkan MPASI bergizi.
    • Anak mengalami alergi susu sapi.
    • Memiliki riwayat penyakit bawaan, seperti thalasemia atau jantung bawaan.

    Stunting juga diperparah apabila ada faktor yang mendukung, seperti berikut ini:

    • Bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR)
    • Bayi lahir prematur.
    • Semenjak lahir bayi tidak mendapatkan vaksin.
    • Hidup dengan kekurangan pangan atau kemiskinan.
    • Berada di daerah sanitasi buruk.
    • Sulit mendapatkan akses air bersih.
    • Kurangnya pengetahuan orang tua soal gizi dan lingkungan yang baik.
    • Terbatasnya faskes kesehatan.

    Gejala Stunting

    Permasalahan stunting tidak dapat kita cermati begitu saja. Pasalnya, stunting berkembang dalam jangka waktu yang cukup lama dan biasanya terlihat saat si kecil berusia 2 tahun ke atas. Untuk penanganan lebih dini, berikut ini beberapa gejala stunting yang disebutkan oleh Kemenkes:

    • Badan si kecil lebih pendek dari usia wajarnya.
    • Proporsi tubuh si kecil cenderung lebih normal namun anak terlihat lebih muda atau kecil untuk usianya.
    • Berat badan terlalu rendah untuk usianya.
    • Pertumbuhan tulang si kecil tertunda.

    Pengobatan Stunting

    Mungkin Mama bertanya-tanya, apakah stunting dapat diobati? Menurut Prof. Dr. dr. Damayanti, R. Sjarif, Sp.A(K) selaku Ketua Satgas Stunting IDAI, stunting dapat diperbaiki jika anak belum menginjak usia 2 tahun. Namun, penyembuhan stunting untuk anak 4 tahun jauh lebih sulit, hal ini karena dibutuhkan perawatan lebih ekstra. 

    Upaya untuk mengatasi stunting adalah memberikan asupan makanan bernutrisi dan bergizi. Dokter juga memberikan tambahan vitamin A, Zinc, zat besi, kalsium, dan yodium. Melalui perawatan tersebut, diharapkan dapat memperbaiki gizi anak.

     

    Pencegahan Stunting

    Stunting adalah permasalahan global yang membutuhkan penanganan khusus. Khususnya dengan bantuan edukasi dan kerja sama dari dokter atau ahli kesehatan mengenai kebutuhan gizi anak dan lingkungan hidup yang layak. 

    Sebagai pencegahan stunting, pastikan Mama memberikan nutrisi yang tepat pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Sejak masa kehamilan, Mama perlu mengonsumsi makronutrien yang terdiri dari karbohidrat, lemak, dan protein. 

    Diperlukan juga makanan dan minuman yang mengandung vitamin dan mineral, seperti asam folat, zat besi, kolin, magnesium, zinc, vitamin A, vitamin B, dan vitamin D. Beberapa nutrisi tersebut bisa kita temukan dalam seafood, kacang-kacangngan, hingga sayuran.

    Ketika si kecil sudah lahir, Mama wajib memberikan ASI eksklusif hingga usia 6 bulan. Apabila sudah masuk periode MPASI, Mama dapat memberikan makanan tinggi protein untuk mendukung pertumbuhan tinggi dan berat badan si kecil. 

    Cara yang tak kalah penting untuk mencegah stunting adalah memberikan imunisasi lengkap. Mama juga perlu menjaga sanitasi dan kebersihan lingkungan agar si kecil terhindar dari bakteri penyebab penyakit. Melalui kebiasaan tersebut, si kecil dapat tumbuh sehat dan sesuai usianya. 


    Gently Mendukung Tumbuh Kembang Anak

    Tak hanya mempersiapkan nutrisi yang terbaik untuk si kecil, demi mendukung 1000 hari pertama kehidupan (HPK) si kecil, pastikan Mama memilih produk perawatan yang tepat. Salah satunya adalah produk perawatan Gently yang memiliki formula lembut dan didominasi oleh bahan alami yang berkualitas premium. 

    Rangkaian produk dari Gently sudah teruji secara klinis dan aman untuk kulit bayi yang lebih sensitif. Pemakaian Gently secara rutin dapat menghindari si kecil dari kulit kering, ruam, dan iritasi, sehingga si kecil tidak gampang rewel. 


    Pada intinya, Gently mengerti dan ingin menjawab kebutuhan Mama untuk menemani tumbuh kembang si kecil di masa golden age. Demi kebahagian si kecil, ketahui dan dapatkan produk Gently di sini! 



    Sumber:

    https://upk.kemkes.go.id/new/4-gejala-stunting-yang-harus-diwaspadai

    https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1388/mengenal-apa-itu-stunting

    https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mencegah-anak-berperawakan-pendek 

    https://www.unicef.org/indonesia/id/gizi#:~:text=Bertubuh%20pendek%20(Stunting)%3A%20Kegagalan,berulang%20selama%20masa%20kanak%2Dkanak.

    https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20230125/3142280/prevalensi-stunting-di-indonesia-turun-ke-216-dari-244/

    https://dinkes.papuabaratprov.go.id/artikel/stunting-dapatkah-disembuhkan