0

Your Cart is Empty

  • Add description, images, menus and links to your mega menu

  • A column with no settings can be used as a spacer

  • Link to your collections, sales and even external links

  • Add up to five columns

  • Imunisasi Dasar Bayi, Ketahui Jadwal dan Jenisnya

    April 08, 2024 4 min read

    Imunisasi bayi dapat menghindari si kecil dari berbagai penyakit berbahaya. Tidak hanya itu, daya kekebalan tubuh yang kuat membantu si kecil tumbuh sehat dan sejahtera di masa depannya nanti. Simak imunisasi lengkapnya di sini!


    Selama kelahiran si kecil, Mama sudah memberikan imunisasi apa saja untuk bayi? Kadangkala, orang tua lupa memberikan imunisasi rutin dan lanjutan pada si kecil, lantaran kurangnya informasi mengenai jadwal vaksin. Padahal, vaksin sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang si kecil maupun kesehatannya di masa mendatang!

    Imunisasi adalah wujud kasih sayang orang tua untuk si kecil. Dia akan diberikan vaksinasi yang merangsang pembentukan zat antibodi. Manfaatnya untuk melindungi si kecil dari penyakit, kecacatan, hingga risiko kematian dini. Apabila dikemudian hari terinfeksi penyakit, si kecil tidak akan mengalami gangguan yang terlalu parah.

    Di Indonesia, imunisasi lengkap dibedakan menjadi 2, yakni imunisasi wajib, imunisasi lanjutan. Imunisasi dasar dilakukan sebagai pencegahan dari penyakit menular. Sementara, imunisasi lanjutan dilakukan untuk menjaga kekebalan tubuh si kecil tetap optimal. Ada juga imunisasi booster untuk penguat kekebalan tubuh si kecil. 


    Mengingat pentingnya imunisasi bayi, berikut informasi lebih jelasnya untuk Mama! 

     

    Jadwal Imunisasi Dasar Bayi

    Setiap orang tua perlu mendukung 1000 HPK (hari pertama kehidupan) si kecil. Salah satunya dengan memerhatikan jadwal imunisasi sejak bayi baru lahir. berikut ini jadwal imunisasi dasar si kecil. 

    1. Usia 0-6 Bulan

    Pada usia 0-6 bulan, si kecil perlu mendapatkan beberapa vaksin ini: 

    • Hepatitis B: vaksin ini diberikan setelah 24 jam lahir disambung pada bulan 2, 3, dan 4. 
    • DPT: Diberikan pada usia 2, 3, dan 4 bulan.
    • BCG: Vaksin ini hanya diberikan satu kali pada usia 0-1 bulan.
    • Polio: Vaksin oral diberikan pada bayi baru lahir sampai 1 bulan, kemudian diberikan berulang pada usia 2, 3, dan 4 bulan. Vaksin suntik diberikan 2 kali sebelum 1 tahun. 
    • Hib: Vaksin ini diberikan pada usia 2, 3, dan 4 bulan.
    • Rotavirus: Vaksin jenis monovalen diberikan pada usia 6 minggu dan 8 minggu. Jenis pentavalen dosis 1 pada usia 6-12 minggu, dosis 2 dan 3 pada usia 4-10 minggu. 

    2. Usia 6-12 Bulan

    Memasuki usia 6-12 bulan, Mama dapat memberikan imunisasi berikut ini:

    • MMR: Diberikan pada usia 9 bulan.
    • Influenza: Vaksin diberikan pada usia 6 bulan.
    • MMR: Diberikan pada usia 9 bulan.

    Jenis Imunisasi 

    Seperti yang sudah Mintly jelaskan sebelumnya, imunisasi bayi sangat berguna untuk menghindari penyakit tertentu. IDAI menyampaikan, pemberian vaksin pada bayi dapat mencegah 2-3 juta kematian setiap tahunnya. Ini artinya, orang tua dapat mengetahui jenis-jenis vaksin yang diperlukan si kecil, seperti berikut ini.

    1. Hepatitis B

    Salah satu jenis imunisasi yang diberikan sejak bayi adalah hepatitis B. Vaksin ini diberikan untuk mencegah si kecil virus hepatitis B (HBV) atau penyakit kuning yang menyerang hati manusia. Apabila tidak diberikan vaksin, virus ini dapat menular dari darah, air liur, hingga jarum suntik. 

    2. Polio

    Jenis imunisasi bayi yang tak kalah penting adalah vaksin polio. Vaksin ini dapat melindungi anak-anak di bawah usia 5 tahun dari kelumpuhan seumur hidupnya. IDAI melaporkan, 1-200 infeksi polio menyebabkan kelumpuhan, 1-5% diantaranya sampai meninggal dunia. Saking bahayanya polio, para ahli kesehatan serta pemerintah mewajibkan pemberian imunisasi ini sejak bayi usia 1 bulan, Mam!

    3. BCG

    BCG adalah imunisasi bayi yang dapat mencegah infeksi tuberkulosis. Vaksin ini berasal dari bakteri Mycobacterium bovis yang sudah dilemahkan. Selain melindungi bayi dari penyakit tuberkulosis (TB), vaksin ini dapat menghindari meningitis yang terjadi karena komplikasi TB.

    4. DPT (difteri, pertusis, tetanus)

    Mama sudah tahu apa itu vaksin DPT? Jenis imunisasi bayi ini merupakan vaksin kombinasi untuk melindungi si kecil dari difteri, tetanus, dan pertusis. Penyakit difteri menyebabkan sumbatan pernapasan. Pertusis menimbulkan batuk parah pada anak. 

    Sementara, tetanus menyebabkan otot kaku dan tegang. Mengingat ketiga bahaya tersebut, pastikan Mama memberikan vaksin sejak usia 1 bulan, ya!

    5. PCV

    PCV adalah imunisasi untuk melindungi bayi dari bakteri Streptococcus pneumoniae. Bakteri tersebut menyebabkan infeksi pneumonia atau pneumokokus. Apabila tidak dicegah sejak dini, penderita yang terinfeksi berisiko mengalami kerusakan otak hingga kematian. Makanya, dibutuhkan vaksin untuk memutus penyebaran bakteri. 

    6. Hib

    Memberikan imunisasi Hib pada bayi dapat memberi perlindungan dari bakteri Haemophilus influenza tipe b atau yang dikenal infeksi Hib. Bakteri tersebut menyebabkan meningitis, khususnya anak di bawah usia 5 tahun. Hib juga menimbulkan infeksi pada darah, telinga, kulit, hingga paru-paru si kecil. Demi kebaikannya, jangan sampai melewatkan vaksin ini, Mam!

    7. MMR

    Tak kalah penting, Mama perlu memberikan imunisasi MMR (measles, mumps, dan rubella) pada bayi. MMR adalah vaksin yang berguna untuk melindungi si kecil campak, gondongan, dan rubella. Mengenai bahaya campak selengkapnya dapat Mama temukan di artikel “Waspada Campak Menyebabkan Komplikasi, Intip Pengobatannya!”

    8. Rotavirus

    Vaksin rotavirus adalah salah satu jenis vaksin booster untuk melindungi tubuh dari virus rota. Apabila tidak diberikan vaksin, virus ini dapat menginfeksi saluran usus sampai menyebabkan diare pada bayi dan anak-anak, lo! 


    Akibat tidak Imunisasi

    Mungkin Mama bertanya-tanya, apa akibatnya kalau bayi tidak mendapatkan imunisasi? UNICEF menyebutkan, terdapat beberapa risiko bila anak tidak mendapat imunisasi sejak dini, diantaranya mudah mengalami sakit berat, mudah menulari anggota keluarga, maupun menyebabkan wabah penyakit semakin luas. 

    Akibat yang lain adalah rugi biaya pengobatan yang cukup mahal, penurunan kualitas hidup, penurunan angka harapan hidup, hingga kehilangan kesempatan menempuh pendidikan. Pada intinya, imunisasi perlu kita lakukan untuk kesehatan dan kesejahteraan anak di masa mendatang. Makanya, Mama jangan sampai melewatkan jadwal imunisasi bayi, ya!

    Gently untuk Tumbuh Kembang Bayi

    Untuk mendukung 1000 hari pertama kehidupan (HPK) si kecil tak cukup memberikan imunisasi lengkap pada si kecil. Mama dapat memberikan produk perawatan yang tepat untuk menemani tumbuh kembang si kecil. 

    Salah satu produk perawatan untuk bayi baru lahir sampai anak-anak adalah Gently. Hadir dengan formula lembut dan dominasi bahan alami, rangkaian produk dari Gently sudah teruji secara klinis. Tak heran jika produk Gently dapat menghindari si kecil dari kulit kering, ruam, dan iritasi, sehingga si kecil tidak gampang rewel. 


    Demi kesehatan si kecil, ketahui dan dapatkan produk Gently di sini! 



    Sumber:

    https://ayosehat.kemkes.go.id/sudah-lengkap-ini-daftar-imunisasi-untuk-bayi-baru-lahir

    https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/lembar-fakta-poliomielitis-rubela-campak

    https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/melengkapi-mengejar-imunisasi-bagian-ii

    https://www.who.int/health-topics/poliomyelitis#tab=tab_1 

    https://www.unicef.org/indonesia/health/stories/7-consequences-and-risks-not-getting-your-child-routinely-vaccinated