0

Your Cart is Empty

  • Add description, images, menus and links to your mega menu

  • A column with no settings can be used as a spacer

  • Link to your collections, sales and even external links

  • Add up to five columns

  • Ini Bahaya Kandungan SLS dalam Produk Perawatan Tubuh Bayi

    March 15, 2024 4 min read

    Para ahli kesehatan tidak menyarankan penggunaan Sodium lauryl sulfate (SLS) pada produk perawatan tubuh. Apabila digunakan dalam jangka panjang, dikhawatirkan memicu masalah kulit tertentu. Apalagi bagi bayi yang kulitnya lebih sensitif serta rentan iritasi.

     

    Sodium lauryl sulfate (SLS) adalah salah satu kandungan berbahaya yang terkandung dalam produk perawatan orang dewasa maupun anak-anak. Sayangnya tak semua orang tua menyadari bahaya busa yang dihasilkan SLS untuk lingkungan maupun kesehatan anak. 

    Saking bahayanya SLS untuk penggunaan jangka panjang, para ahli kesehatan tidak merekomendasikan paparan SLS pada produk perawatan tubuh. Apalagi pada kulit bayi yang cenderung lebih tipis dan sensitif dari orang dewasa, hal ini karena dapat menimbulkan alergi hingga masalah kulit yang lain. Supaya tidak ada miss informasi, silahkan baca artikel ini sampai tuntas, Mam! 

     

    Apa itu SLS?

    SLS adalah deterjen dan surfaktan yang sering digunakan sebagai bahan emulsifier atau membantu bahan produk tercampur dengan baik. Selain itu, bahan SLS juga berperan sebagai foaming agent atau senyawa yang dapat mengeluarkan busa untuk membersihkan kotoran, minyak, hingga debu lebih maksimal. 

    SLS dapat kita temukan dalam produk rumah tangga dan perawatan tubuh, yakni deterjen, sabun cuci piring, sabun cuci tangan, facial wash, sampo, sabun bayi, hingga pasta gigi. Tak hanya pada produk perawatan orang dewasa, sebagian produk anak-anak juga mengandung SLS, lo!

    Sebagai tambahan informasi, ternyata SLS juga digunakan untuk sebagai pengental bahan makanan. Bahan emulsifier berbentuk kristal dan berwarna putih ini dapat ditemukan pada marshmellow agar lebih pulen. Healthline mengatakan, penggunaan SLS untuk untuk makanan harus sesuai batas yang dibolehkan Food and Drugs Administration (FDA).

     

    Bahaya SLS untuk Si Kecil

    Mungkin Mama bertanya-tanya, kalau banyak produk mengandung SLS, apakah kandungan ini tetap aman untuk si kecil? Ternyata, WHO dan International Labour Organization menggolongkan SLS sebagai zat berbahaya. Dalam jangka pendek bahan ini dapat mengganggu mata, kulit, dan saluran pernapasan. Dalam jangka panjang, bahan ini dapat menyebabkan masalah dermatitis. 

    Seperti yang kita tahu, produk bayi yang sering menggunakan SLS adalah sampo dan sabun. Kandungan tersebut memang menghasilkan cukup busa untuk membersihkan kulit si kecil dari minyak dan kotoran. Namun, penggunaan SLS dapat mengurangi kelembapan alami kulit. Apabila kondisi ini tidak kita sadari, si kecil rentan mengalami kulit kering, iritasi, hingga ruam popok. Mama pasti tidak mau kan? 

    Sebuah penelitian internasional menemukan jika SLS tidak berbahaya kalau hanya digunakan sebentar dan langsung dibilas. Hal ini seperti yang dilansir dari laman Healthline, kadar SLS masih diperbolehkan apabila konsentrasi yang bertahan di kulit tidak lebih dari sampai 1%. Kenyataannya, saat ini banyak produk yang kandungan SLS-nya lebih dari angka yang direkomendasikan.

    Sebagai tambahan informasi, SLS tak hanya mengganggu kesehatan, bahan ini juga mempengaruhi lingkungan. Busa yang dihasilkan SLS dapat menurunkan konsentrasi oksigen hingga mengganggu organisme diperarian. Makanya, bahan satu ini dapat mencemari hingga mengganggu ekosistem lingkungan. 

     

    Cara Cek Produk

    Mengingat bahaya SLS untuk kulit si kecil, Mama perlu menghindari produk yang mengandung zat iritan tersebut. Sebelum membeli produk perawatan bayi, berikut adalah cara menghindari SLS:

    1. Ketahui Nama Lain SLS

    Mama sudah tahu kalau SLS memiliki nama ilmiah yang lain? Bisa jadi, suatu perusahaan tidak menuliskan nama sodium lauryl sulfate di daftar komposisi, melainkan nama lain yang jarang diketahui orang awam.

    Dilansir dari laman National Library of Medicine, berikut ini beberapa nama lain dari SLS: sulfuric acid monododecyl ester sodium salt, sulfuric acid, sodium dodecyl sulphate, sodium salt sulfuric acid, monododecyl ester, sulfic acid, monododecyl ester, atau sodium salt. Kalau menemukan nama tersebut, Mama harus berhati-hati, ya!

    2. Ganti Kandungan yang Aman

    Cara lain menghindari kandungan SLS adalah mencari bahan atau zat lain yang lebih aman. Fakultas Kedokteran The University of QueensLand merekomendasikan bahan alternatif lain yang lebih aman, yakni lemak etoksilat atau asam lemak alkoksilat. Selain itu, Mama dapat menggunakan bahan sodium coco sulfate yang kadarnya masih bisa ditoleransi untuk digunakan sehari-hari. 

    3. Pilih Produk Non SLS

    IDAI menyarankan para orang tua untuk menghindari produk perawatan bayi yang mengandung SLS, termasuk sampo dan sabun. Bahaya SLS bagi bayi adalah menimbulkan iritasi, alergi, hingga ruam. Maka dari itu, kini sudah waktunya Mama  Mama beralih ke produk yang lebih sehat dan aman.

    Seperti yang sudah Mintly jelaskan pada artikel  “8 Barang Wajib Perlengkapan Bayi Baru Lahir” ada beberapa produk perawatan bayi teruji secara klinis dan bebas dari SLS, salah satunya adalah Gently Ultra Soft Baby Body Wash & Shampoo. 

    Sabun dan sampo tanpa SLS ini mengandung Aloe Vera, Sunflower Seed Oil yang bermanfaat untuk melembapkan, menghidrasi, dan menjaga skin barrier si kecil. Hebatnya lagi, produk 2in1 ini tidak akan membuat kulit kering, tidak perih di mata, dan mempunyai wangi lembut khas bayi. Tenang saja, produk ini dapat digunakan untuk bayi baru lahir hingga balita dengan kulit normal maupun sensitif. Pokoknya, Mama tidak perlu ragu lagi dengan produk Gently Ultra Soft Baby Body Wash & Shampoo. 


    Demi kebaikan kulit si kecil yang lebih sensitif dari orang dewasa, pastikan Mama hanya memilih sabun dan sampo non SLS dari Gently. Tak perlu berlama-lama, belanja produk bebas SLS di sini, yuk! 



    Sumber:

    https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/memilih-produk-kulit-untuk-si-kecil

    https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Sodium-dodecyl-sulfate

    https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/what-is-sodium-lauryl-sulfate#possible-dangers

    https://medicine.uq.edu.au/article/2019/12/what-sodium-lauryl-sulfate-and-it-safe-use 

    http://www.ilo.org/dyn/icsc/showcard.display?p_lang=en&p_card_id=0502