0

Your Cart is Empty

  • Add description, images, menus and links to your mega menu

  • A column with no settings can be used as a spacer

  • Link to your collections, sales and even external links

  • Add up to five columns

  • Bayi Prematur: Penyebab, Tanda, Cara Merawat, dan Pencegahan

    March 15, 2024 3 min read

    Tanda-tanda bayi prematur terlihat dari berat badan yang terlalu kecil, kepala besar dan tidak proporsional. Selain itu, wajah bayi tampak lebih tirus, tidak bulat seperti fitur wajah bayi dengan usia normal. Meski terjadi begitu saja, kelahiran prematur memicu masalah kesehatan cukup serius. Ketahui selengkapnya di sini, Mam!


    Mintly yakin, setiap orang tua pasti ingin bayi lahir dengan normal tanpa kurang apa pun. Sayangnya, ada kondisi tertentu yang menyebabkan bayi lahir lebih dini atau prematur. Tak jarang, kondisi ini memicu beberapa masalah yang mengancam bayi. Mama sudah tahu dampak bayi lahir prematur belum? 

    Bayi prematur artinya dilahirkan sebelum usia kehamilan ibu mencapai 37 minggu. Pada umumnya, organ tubuh yang belum berkembang sepenuhnya menyebabkan masalah tertentu, seperti ukuran lebih kecil, pernapasan belum sempurna, dan kesulitan menjaga suhu. Tak heran kalau bayi prematur membutuhkan perawatan khusus di NICU.

    Lebih parahnya lagi, World Health Organization (WHO) mengatakan ada sekitar 13,4 juta bayi lahir prematur pada tahun  2020. Artinya, dari 10 bayi ada 1 atau lebih bayi prematur. Bahkan, tahun 2019 ada sekitar 900 ribu bayi di dunia meninggal karena komplikasi prematur.  

    Dilansir dari Mayoclinic, semakin dini bayi lahir, semakin tinggi juga risiko kesehatannya. Nah, berikut ini pembagian kelahiran bayi prematur:

    • Late preterm: lahir antara 34-36 minggu. Paling banyak dialami bayi prematur.
    • Moderately preterm: lahir antaran 32-34 minggu.
    • Very preterm: Lahir sebelum 32 minggu.
    • Extremely preterm: Lahir sebelum 25 minggu.

    Meski terdengar menakutkan, kelahiran prematur dapat meminalisir dengan mengetahui penyebab, masalah, hingga perawatan yang tepat. Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini, Mam!

     

    Penyebab Bayi Prematur

    Bayi prematur umumnya terjadi secara begitu saja atau tidak terduga. Namun, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko kehamilan prematur. Berikut ini Mintly rangkum beberapa faktor resiko kehamilan prematur dari laman Mayoclinic:

    • Kehamilan anak kembar, triplet, atau lebih.
    • Jeda waktu kehamilan kurang dari 6 bulan. Normalnya, Mama dapat menunggu 18-24 bulan sebelum hamil anak berikutnya.
    • Memiliki riwayat aborsi atau satu kali keguguran.
    • Memiliki riwayat kelahiran prematur sebelumnya.
    • Ibu hamil memiliki masalah pada rahim, leher rahim, atau plasenta.
    • Terdapat infeksi pada cairan ketuban dan saluran genital bawah.
    • Ibu hamil mengalami tekanan darah tinggi atau diabetes.

    Tidak hanya itu saja, faktor gaya hidup ibu hamil juga meningkatkan risiko bayi prematur, lo! Berikut ini beberapa diantaranya:

    • Terlalu kurus atau kelebihan berat badan sebelum hamil.
    • Memiliki kebiasaan merokok, mengonsumsi obat-obatan, atau alkohol saat hamil.
    • Pikiran penuh tekanan (depresi).
    • Hamil sebelum usia 17 tahun atau lebih dari 35 tahun.

    Tanda Kelahiran Prematur

    Mungkin Mama bertanya-tanya, apakah kelahiran prematur dapat kita kenali lebih dini? Dilansir dari laman Cleveland Clinic, tidak ada tanda-tanda khusus bayi prematur yang bisa kita kenali. Namun, berikut ini gejala melahirkan bayi prematur yang paling umum: 

    • Berat badan lahir rendah (BBLR).
    • Suhu tubuh cukup rendah.
    • Bayi sulit bernapas.
    • Rambut halus bayi menutupi tubuh.
    • Ukuran tubuh kecil, dan kepala tidak proporsional.
    • Wajah lebih tirus dan tidak bulat seperti bayi lahir normal. 

    Diagnosis Bayi Prematur

    Mintly mengerti, pasti tidak mudah menerima keadaan bayi prematur yang membutuhkan perawatan intensif di NICU. Namun tenang saja, untuk menghindari hal yang lebih parah, para dokter biasanya melakukan beberapa pemeriksaaan berikut ini:

    • Pemantauan pernapasan dan detak jantung.
    • Mengukur asupan makanan dan cairan yang dikeluarkan.
    • Melakukan tes darah untuk mengenali tanda-tanda anemia, kadar hemoglobin, gula darah, hingga bilirubin.
    • Melakukan ekokardiogram untuk memeriksa masalah jantung dan fungsi pompa jantung.
    • Pemeriksaan mata untuk menganalisis ada tidaknya masalah pada retina.

    Komplikasi Prematur

    Tidak bisa dipungkiri, bayi lahir prematur tumbuh kembangnya belum sempurna. Itulah mengapa, kita harus berhati-hati dengan komplikasi jangka pendek hingga jangka panjang.

    Beberapa komplikasi jangka pendek adalah gangguan pernapasan, suhu tubuh rendah, perdarahan otak, anemia, hingga komplikasi jantung. Sedangkan, masalah jangka panjang bayi prematur adalah gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, kerusakan otak, hingga masalah mental seperti ADHD. 


    Pencegahan Kelahiran Prematur

    Tak perlu mencemaskan kelahiran prematur berlebih, Mam. Pada artikel "Hal-hal yang Perlu Mama Ketahui Tentang Kehamilan," Mintly sudah membahas beberapa nutrisi yang diperlukan ibu hamil. Sementara, untuk mencegah bayi prematur secara khusus, berikut pencegahan yang bisa kita lakukan:

    • Menghindari rokok, alkohol, dan zat berbahaya lain saat hamil.
    • Mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang saat hamil.
    • Pemberian suplemen kalsium oleh dokter.
    • Pemberian aspirin dosis dalam dosis rendah oleh dokter.

    Pertanyaanya, dapatkah bayi prematur hidup normal? Cleveland Clinic mengatakan peluang bayi prematur sehat cukup besar, asalkan bayi dilahirkan setelah usia 34 minggu kehamilan. Oleh karena itu, Mama dapat konsultasi dengan dokter untuk memberikan perawatan terbaik untuk si kecil yang terlahir prematur.


    Gently untuk Tumbuh Kembang Bayi

    Untuk menemani tumbuh kembang bayi, tak cukup menjaga kesehatan ibu dan calon buah hati saja, Mam. Pastikan Mama menyiapkan produk perawatan bayi yang akan mendukung kesehatan dan tumbuh kembangnya.

    Gently hadir dengan formula lembut dan didominasi oleh bahan alami yang aman untuk kulit si kecil. Hebatnya lagi, produk Gently sudah teruji secara klinis dan bersertifikasi BPOM. Manfaat dan info produk selengkapnya dapat Mama temukan di sini!



    Sumber:

    https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/premature-birth/diagnosis-treatment/drc-20376736

    https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/salah-satu-penanganan-bayi-prematur-yang-perlu-diketahui

    https://ayosehat.kemkes.go.id/topik-non-penyakit/kelainan-maternal-dan-neonatal/kelahiran-prematur

    https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/preterm-birth#:~:text=Preterm%20is%20defined%20as%20babies,to%20less%20than%2032%20weeks)

    https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/premature-birth/symptoms-causes/syc-20376730

    https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21479-premature-birth